Tentang Acara Ini

Sensor gas berbasis chemiresistive merupakan sensor gas yang memanfaatkan perubahan resistansi sebagai respon terhadap kehadiran gas berbahaya. Pada umumnya sensor gas jenis ini menggunakan oksida logam sebagai material sensitive nya. Namun penggunaan oksida logam memiliki kekurangan yaitu selektivitas yang rendah serta temperature kerja yang tinggi. Peningkatan kinerja sensor gas berbasis oksida logam dapat dilakukan dengan beberapa strategi diantaranya modifikasi morfologi dan modifikasi antarmuka. Modifikasi morfologi dilakukan untuk meningkatkan luas permukaannya. Modifikasi morfologi oksida logam telah dilakukan dengan strategi multilayer dan memanfaatkan capping agent  kimia maupun alami. Dengan strategi-strategi tersebut, peningkatan kinerja sensor gas berbasis oksida logam dapat diperoleh. Selain itu penggabungan oksida logam dengan karbon nanomaterial dapat dilakukan juga untuk meningkatkan kinerja serta menurunkan temperature kerja. Sebagai contoh, komposit ZnO-MWCNT dapat bekerja dengan baik pada temperature 200 C lebih rendah dari ZnO murni yang hanya bekerja dengan optimal pada temperature 350 oC.

Link Youtube
Penyelenggara
682 Followers

Sesi Acara

09 August 2022, (15:30 - 17:30 WIB)
Narasumber
Dr. Ni Luh Wulan Septiani, S.SI., MT
(Peneliti, Pusat Penelitian Material Maju BRIN, KK Material Fungsional Maju TF -ITB, Alumni Fisika UPI)
Membawakan Materi
Rekayasa Nanomaterial untuk Sensor Gas Berkinerja Tinggi