Program strategis pemerintah, jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas), bertujuan untuk menghubungkan 4,7 juta rumah tangga ke gas pada tahun 2025. Hal ini menjadi tantangan baru bagi PT PGN Tbk, karena banyaknya pelanggan yang dimiliki berbanding terbalik dengan pendapatan PGN dari pelanggan rumah tangga. Berbagai permasalahan operasional seperti tingkat kesalahan yang tinggi, tingkat piutang yang tinggi, dll. PT PGN tbk harus mencari cara untuk mengefisienkan operasional rumah tangga dengan memanfaatkan teknologi baru guna meningkatkan kinerja dan fairness perusahaan. Terdapat berbagai teknologi smart meter yang terdapat di pasaran, seperti smart meter prabayar IC card, STS Token, smart meter nirkabel atau LPWAN. Mode komunikasi LPWAN yang digunakan antara lain Lora WAN, NB IoT dan Sigfox. Untuk itu dilakukan evaluasi teknologi smart meter terbaik berdasarkan evaluasi teknis & ekonomi dan cost benefit analysis. Lora WAN memberikan manfaat biaya yang paling sesuai di antara komunikasi LPWAN, smart meter Lora WAN mengungguli meter konvensional dalam hal total cost ownership di tahun ke-7. PT PGN Tbk sebaiknya menggunakan smart meter , apalagi jika target tersebut mencapai hingga 1 juta/tahun pelanggan rumah tangga per tahun, karena akan memberikan keuntungan dari sisi CAPEX dan OPEX meter, serta menghilangkan potensi resiko piutang hingga 32,25 miliar rupiah jika pelanggan rumah tangga PGN naik menjadi 4,7 juta